*Majelis Dzikir Al-Badaryyah Gelar Malam Rebo Wekasan dengan Istighfar, Doa dan Sholawatan*
_MonitorIndo.my.id | Kab. Bekasi_
*KARANG BAHAGIA* — Majelis Dzikir Al-Badaryyah menggelar kegiatan Malam Rebo Wekasan dengan rangkaian istighfar, doa, dan sholawatan, Selasa malam, 11/08/2026.
Rebo Wekasan adalah tradisi yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar. Sebagian masyarakat Islam di Indonesia meyakini hari ini sebagai waktu untuk memohon perlindungan dan menolak bala.
Dalam rangka menyikapi hal tersebut, Majelis Dzikir Al-Badaryyah mengadakan acara malam Rebo Wekasan agar terhindar dari mara bahaya dengan memperbanyak istighfar, berdoa, dan bersholawat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Majelis Dzikir Al-Badaryyah, Kampung Pulo Aren RT 010 RW 005, Dusun II, Desa Karang Sentosa, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi.
### *Dihadiri Para Alim Ulama*
Acara tersebut dihadiri oleh Tuan Guru Agung KH. Irwan Andi Firdaus, KH. Sadih Maulana, Habib Ridwan, KH. Mahmuddin Sadda, Anjengan Dadang Daryana, Ustadz Abdurrahman Gunawan, para tokoh agama, serta seluruh jemaah Majelis Dzikir Al-Badaryyah.
Dalam sambutannya, KH. Sadih Maulana selaku pimpinan Majelis Dzikir Al-Badaryyah menyampaikan.
"Yang saya hormati KH. Irwan Andi Firdaus, para tokoh masyarakat, tokoh agama, para jemaah, dan saya mohon maaf yang tidak saya sebutkan namanya satu persatu."
Beliau juga menjelaskan makna Rebo Wekasan.
"Dalam acara ini kita melaksanakan Rebo Wekasan untuk menghindari bala dan marabahaya dengan selalu beristighfar, bersholawat, dan berdoa. Maka dari itu janganlah kita meyakini adanya hari sial, karena hakikatnya semua hari itu sama saja dan milik Allah SWT," ujarnya.
_Pungkas_
_Reporter: Mardani Lubis_
_MonitorIndo.my.id_



