Kawal SPMB 2026, Pastikan Pendidikan Bersih dari Praktik Koruptif
KAB-BEKASI//Media Monitorindonews.com
Salam Waras! Jujur Itu Hebat, Korupsi Harus DisikatPendidikan merupakan hak mendasar bagi setiap anak bangsa, bukan menjadi barang dagangan yang hanya bisa diakses oleh
mereka yang memiliki kekuasaan, kedekatan, maupun kemampuan memberikan imbalan. Prinsip inilah yang diusung oleh LSM Triga Nusantara Indonesia dalam mengawal pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026. Dipimpin oleh Ketua Umumnya, Rahmat Gunasin, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk memastikan proses penerimaan siswa berjalan bersih, jujur, dan berintegritas.
Berdasarkan surat edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pelaksanaan SPMB diwajibkan mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, akuntabel, berkeadilan, dan berintegritas. Sejumlah larangan tegas pun diberlakukan: dilarang keras adanya praktik gratifikasi, jual beli kursi, titipan pejabat, pungutan liar, hingga penyalahgunaan wewenang demi keuntungan pribadi atau golongan.
“Kejujuran itu melahirkan kepercayaan, sedangkan korupsi telah merampas masa depan generasi muda,” tegas Rahmat Gunasin. Ia menegaskan bahwa sekolah adalah wadah untuk mengembangkan prestasi, bukan tempat untuk melakukan transaksi yang merugikan hak pendidikan anak-anak yang berhak mendapatkan kesempatan yang sama.
LSM Triga Nusantara Indonesia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta mengawasi jalannya SPMB 2026. Masyarakat diharapkan aktif memantau setiap tahapan seleksi, menolak segala bentuk pemberian imbalan atau suap, serta berani melaporkan jika menemukan adanya dugaan penyimpangan. Pengawasan bersama ini menjadi kunci agar hak pendidikan dapat diselenggarakan secara adil dan terbuka, tanpa diskriminasi apapun.
Dengan semangat “Berani Mengawasi, Berani Mengungkap, Berani Membela Kepentingan Rakyat”, LSM ini mengajak seluruh elemen bangsa bersatu. Masa depan anak bangsa tidak boleh diperjualbelikan; pendidikan yang bersih adalah fondasi utama bagi kemajuan dan kesejahteraan negeri ini.
( Saka Adi Wijaya )


